Tari topengk maupun kerajinan topeng bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Dalam setiap pementasan tari to peng, pasti dibutuhkan topeng seba gai akse soris utamanya. Begitu pula kerajinan topeng, membutuh kan pe mentasan tari agar dapat diguna kan meski dapat pula dijadi kan sebagai penghias dinding mau pun koleksi pribadi.
Untuk memasarkan kerajinan topeng, tak jarang pengrajin pun me manfaatkan momen pementasan tari topeng. Hal itu seperti yang dila ku kan sanggar tari topeng Mimi Rasinah. Setiap kali penari utama di sanggar tersebut, yakni Aerly Rasi nah, mementaskan tarian topeng, maka dimanfaatkan pula untuk ber jualan topeng produksi mereka. "Jadi sam bil pentas, sambil jualan to peng,'' tutur pengurus sanggar tari topeng Mimi Rasinah, Edi Supriadi.
Aerly Rasinah biasanya me men taskan tari topeng ke ber bagai kota dan provinsi di Indonesia. Selain itu, cucu perempuan dari Mimi Rasinah itu juga sering memen tas kan tarian topeng di luar negeri, seperti Belan da dan Kanada.
Setiap kali mementaskan tari to peng, termasuk ke mancanegara, Aerly selalu meng gunakan topeng milik keluarganya. Otomatis, topeng Indramayu pun ikut melang lang bua na ke mancanegara bersama pemiliknya.
Selain berjualan langsung, pengelola sanggar tari topeng Mimi Rasinah juga memanfaatkan sistem penjualan online. Hasilnya, pembeli berdatangan dari berbagai daerah maupun negara.
Penjualan secara online juga dilakukan pengurus sanggar seni budaya Jaka Baru di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Melalui sistem penjualan tersebut, topeng produksi sanggar tersebut mampu menembus berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
"Banyak pula yang datang langsung kesini dan membelinya, termasuk dari negara lain seperti Amerika, Perancis dan Jepang,''tutur pengurus sanggar seni budaya Jaka Baru, Shadim.
Salah seorang maestro tari topeng yang juga seorang dalang wayang, Wangi Indria, menilai, topeng Indramayu memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang layaknya topeng di Bali. Apalagi, meski berkualitas tinggi, namun dari segi harga topeng Indramayu lebih murah dibandingkan topeng serupa dari daerah lain.
Untuk mengembangkan topeng, Wangi berharap, Pemkab Indramayu menjadikan topeng sebagai salah satu pelajaran ekstra kurikuler di sekolah-sekolah. Selain untuk melestarikan tari topeng, namun juga membuat pemasaran topeng lebih meningkat.
Pemda setempat pun di minta dapat menampung hasil kerajinan topeng yang diproduksi pengrajin. Dengan demikian, pengrajin tetap dapat memperoleh penghasilan meski pesanan sedang sepi. "Selain itu, dari sisi peng rajinnya sendiri juga harus disiplin dan tidak boleh malas dalam mengerjakan pembuatan topeng,'' tegas perempuan yang sudah malang melintang dalam ajang pementasan di berbagai daerah dan negara tersebut.
Wangi menilai, pengrajin topeng kadang tidak sungguhsungguh dalam mengerjakan pembuatan topeng. Akibatnya, mereka membutuhkan waktu yang sangat lama untuk meng hasilkan satu buah topeng.


0 Komentar